#13/10/2010 Ini adalah rafting ketiga saya, setelah sebelumnya sempat mencoba rafting di Kali Elo, Magelang dan Kali Serayu di Wonosobo. Tanpa planning sebenarnya, setelah tahu teman saya mau rafting di Telaga Waja, Bali, saya langsung bilang ikut. Sekedar mengobati rasa kangen berciprat-cipratan di sungai.
Dan sedari awal saya sudah siap-siap kecewa karena tidak mungkin lebih bagus dari Serayu. Hemat saya sungai di Bali tidak begitu lebar dan tidak begitu dalam, dan arusnya tidak begitu kencang, apalagi beberapa hari terakhir juga tidak turun hujan. Ada beberapa pilihan untuk rafting di Telaga Waja ini, teman saya memutuskan mengambil yang tarifnya paling mahal, yaitu
Bali Sobek. Dengan tarif yang mahal ini kami berharap mendapatkan fasilitas yang lebih baik dan
safety yang lebih baik pula. Karena ternyata teman saya belum pernah rafting sama sekali, jadi lebih baik meminimalisir resiko.
Bali Sobek adalah salah satu perusahaan di bidang Adventure pertama di Bali. Perusahaan ini sudah berdiri sejak tahun 1989 dan sampai dengan saat ini berstatus zero accident. Harga untuk bule adalah sebesar US $ 79 per kepala, sedangkan untuk orang lokal seperti kami, cukup Rp 350.000,- per orang. Tarif tersebut sudah termasuk untuk antar jemput dari hotel tempat kami menginap di Seminyak ke lokasi start rafting di daerah Karangasem dan juga makan siang. Maksimal satu kapal di isi oleh 5 orang termasuk guide satu orang. Lagi-lagi di tempat ini saya juga tidak menemui turis lokal, turis yang ada cukup beragam, terlihat dari mukanya ada beberapa orang Arab, Jepang, Korea, dan beberapa dari negara-negara Eropa. Sebelum turun kami di berikan
briefing mengenai standar prosedur keselamatan selama
rafting dengan menggunakan bahasa Inggris. Kemudian seluruh peserta dibagi-bagi sesuai grup masing-masing. Sebelum terjun ke sungai kami di berikan simulasi di darat terlebih dahulu, sesuai
briefing yang telah di lakukan sebelumnya.
Di Telaga Waja ini, di sisi kiri dan kanan sungai terdapat banyak air terjun, pemandangan di sekitar cukup spektakuler menurut saya. Jeram di sini juga bisa di bilang cukup bagus, hanya saja debit air pada saat itu bisa di bilang kurang, sehingga adrenalin juga tidak begitu terpancing. Yang cukup seru menurut saya adalah pada saat di tengah perjalanan kami di lewatkan di bawah air terjun, jadi bisa di pastikan basah kuyup. Cocok buat anda yang belum mandi. :D. Di tempat ini pula kami berhenti sejenak untuk istirahat dan foto-foto dengan background air terjun. Sebaiknya sebelum rafting kita membawa bekal sendiri, terutama air minum. Di tempat berhenti ini memang di sediakan air minum, tetapi anda harus merogoh Rp 20.000,- untuk satu kaleng kecil Cocacola. Namu yang paling seru tentu saja ketika melewati sebuah bendungan dengan tinggi kira-kira 3-4 meter. Kami tidak perlu turun, kami cukup mengatur posisi sesuai dengan instruksi guide kami. Kemudian dengan perasaan deg-deg-an yang cukup deg-deg-an, kapalpun mengikuti hukum gravitasi, terhempas ke bawah dengan kecepatan yang cukup kencang, KABOOOM!!!. Sayang pada kesempatan ini saya gagal total bergaya didepan kamera, karena dengan waktu sepersekian detik tersebut saya tidak berhasil menemukan posisi kamera di mana. LOL
Jadi di bendungan ini adalah daya tarik dari seluruh rangkaian rafting selama kurang lebih dua jam tersebut. Terdapat satu fotografer dari Sobek yang sudah siap sedia di bawah bendungan untuk mengabadikan setiap kapal yang terjun. Foto ini kemudian di jual ke pengunjung seharga Rp 45.000,- per lembar. Oh ya, rombongan kapal di Telaga Waja ini sangat banyak, jadi untuk terjun harus antri terlebih dahulu. Satu gelombang rafting dari Sobek sendiri bisa terdiri dari 6-7 kapal, belum lagi dari wahana adventure lainnya. Tidak berapa lama kemudian, perjalanan di Telaga Waja ini pun berakhir. Sebelum turun, guide kami mewanti-wanti kami agar tidak menerima hadiah bunga dari anak-anak kecil yang menunggu di tempat pemberhentian, karena setelah itu anak-anak kecil tersebut akan meminta uang kepada kita. Dan ternyata bunga yang di kasihpun tidak jelas bentuknya, satu tangkai bunga berwarna kuning, yang saya tidak tau namanya.
Kemudian kami harus berjalan kaki ke atas menuju tempat istirahat, untuk makan siang dan bersih-bersih. Jalan yang di tempuh cukup mendaki, dan curam. Tapi tenang, karena Sobek telah membuat jalan bertingkat ke atas secara permanen. Yang anda perlukan cukup napas yang panjang. Pemandangan di atas pun sangat memukau, deretan terasering persawahan padi yang menghijau. Yang saya suka dari Bali Sobek ini adalah pengelola sangat memperhatikan segalanya secara detail, termasuk hal-hal kecil seperti meyediakan kantong plastik gratis di tempat ganti baju. Dan menurut saya pengelolaan atau manajemen dari Bali Sobek ini sangat profesional. Pengunjung di jemput di hotel masing-masing, kemudian di antar ke tempat rafting, barang-barang perngunjung juga di perhatikan dan di jaga dengan baik, safety pengungjung juga nomor satu, kemudian yang terpenting adalah makan siang yang di sajikan adalah masakan Indonesia, yang menurut saya sangat enak.
Saya jadi membayangkan jika pengelolaan wisata rafting di Sungai Serayu, Wonosobo seperti ini. Tentu akan sangat menyenangkan, dan dengan promosi yang bagus, bisa dipastikan turis-turis dari luar pun pasti berdatangan. Memang nantinya harga yang harus di bayar pasti berlipat.





Posted via email from mybrainsgrowell’s posterous | Comment »